Tanggal Posting

January 2012
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Aktifitas


Masjid

Masjid Sebagai Basis Kekuatan Umat

sumber: buletin Ad Dakwah dalam www.suara-islam.com

Kaum muslimin rahimakumullah,

Allah SWT berfirman: “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. At Taubah 18).

 

Dalam Tafsir Al-Wajiz diterangkan bahwa memakmurkan masjid adalah dengan cara mengunjunginya dan duduk di dalamnya. Dan orang yang ahli memakmurkan masjid adalah orang-orang yang punya sifat beriman kepada Allah dan hari akhir, menegakkan sholat, dan membayar zakat. Juga orang yang ahli memakmurkan masjid itu tidak takut dalam masalah agama kecuali hanya kepada Allah. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan hidayah dan yang berpegang teguh dengan taat kepada Allah yang mengantarkannya ke surga.

Dalam Tafsir Al-Munir Syaikh Az-Zuhaily menerangkan orang-orang yang memakmurkan masjid secara fisik seperti membangunnya atau merestorasinya, maupun secara maknawi seperti beribadah, berdzikir, menghadiri  pengajaran ilmu, merekalah orang-orang yang mengharapkan dapat petunjuk kebaikan selamanya, kepada apa yang Allah cintai dan ridloi, mereka berhak mendapatkan pahala amal-amal mereka.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Al Baghawy dalam tafsirnya mengutip hadits dari Abu Said Al Khudry r.a.  bahwa Rasulullah saw bersabda: “Jika kalian melihat seorang lelaki sering datang ke masjid, maka saksikanlah bahwa dia orang yang punya iman”  sebab Allah SWT berfirman: Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian… (HR. Tirmidzy).

Al Baghawy juga mengutip riwayat hadits dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. yang bersabda: “Siapa saja yang berjalan ke masjid di pagi hari atau di siang hari, Allah mempersiapkan baginya suatu kedudukan yang terhormat untuknya di surga setiap kali dia datang baik pagi maupun siang” (HR. Al Bukhari).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Hendaknya para aktivis Islam mengkonsolidasikan kekuatan umat di masjid. Caranya para pengurus DKM Masjid dan Musholla memulai membangun tradisi khusus sholat subuh berjamaah yang disusul dengan kuliah tafsir, aqidah, fiqih singkat sekitar 15 menit dan tanya jawab hingga total 30 menit, lalu dilanjutkan dengan pertemuan ukhuwah untuk membahas berbagai masalah yang sedang dihadapi jamaah Masjid/Musholla untuk dibantu diselesaikan secara riil, seperti masalah ekonomi atau yang lain, atau mengunjungi jamaah yang tidak hadir sholat subuh yang sedang sakit. Ini semata-mata melaksanakan hadits Rasul:

من أصبح وهمه الدنيا فليس من الله في شيء ومن لم يهتم بالمسلمين فليس منهم

“Siapa saja yang bangun pagi-pagi dan perhatiannya hanya dunia maka dia tidak mendapatkan ridlo dari Allah, dan siapa saja yang tidak memperhatikan kaum muslimin maka dia tidak termasuk golongan kaum muslimin” (Mu’jam al al Ausath Juz 1/151).  

Mungkin dalam sebulan sekali atau dua bulan sekali bisa diadakan pengajian gabungan jamaah sholat subuh dari sejumlah masjid dalam satu kelurahan/kecamatan untuk mendapatkan pencerahan dari tokoh Islam tingkat kota/kabupaten yang memberikan informasi perkembangan dakwah dan jihad umat Islam di berbagai penjuru dunia, serta informasi gerakan-gerakan Islam yang diperlukan, dan juga memberikan solusi atas problem yang tidak bisa diselesaikan di tingkat masjid/RW.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Konsolidasi umat dengan basis masjid ini sangat penting. Sebab umat islam memang diperintahkan hidup berjamaah dengan ikatan tali agama Allah dan dilarang umat Islam hidup bercerai-berai apalagi nafsi-nafsi alias individualistic seperti orang kafir Barat. Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,…” (QS. Ali Imran 103).

Dan dengan basis memakmurkan masjid dengan menegakkan sholat berjamaah lima waktu, dzikir, baca Al Quran, ta’lim hokum-hukum syariah melalui kuliah tafsir, syarah hadits, dan fiqh yang menjadikan pemahaman umat akan agama Allah semakin kuat maka ikatan mereka dengan tali agama Allah semakin erat. Dengan intensitas dan frekwensi kegiatan umat di masjid akan terwujud suasana ukhuwah Islamiyah yang kuat. Praktek hidup berjamaah kaum muslimin dengan basis masjid ini akan mewujudkan kehidupan Islam semakin nyata. Dan kehidupan Islam secara berjamaah ini adalah kehidupan asasi umat Islam dan sangat urgen bagi tiap individu muslim.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengutip hadits dari Muadz bin Jabal r.a.: Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya syaithan itu serigala manusia; seperti serigala pemangsa domba yang akan makan kambing yang keluar dari kumpulannya. Maka waspadalah terhadap karang, dan kalian wajib berjamaah bersama-sama di masjid(HR. Imam Ahmad).

 

Kaum muslimin rahimakumullah,

 

Kekuatan umat di basis masjid harus selalu dipelihara dengan konsolidasi pemikiran, perasaan, dan gerak berjamaah dengan kesatuan gerak dasar, yakni :

(1) Perkuat aqidah dengan penanaman cinta kepada Allah (hubbullah) dan cinta kepada Rasul (hubbur Rasul) melalui pendekatan qira’atul Quran dan Kajian Sirah/Hadits serta pensucian jiwa/tauhid;

(2)  Memakmurkan Masjid dan musholla dengan sholat berjamaah lima waktu, khususnya sholat Subuh yang dilanjutkan dengan kajian dan bahas masalah riil ummat;

(3) Membiasakan dan menggemarkan bayar shodaqoh dan infak perjuangan  untuk membiayai gerakan dakwah dan jihad sebagai dasar kebiasaan bayar zakat kepada negara yang konsisten menerapkan syariah. Shodaqoh yang dibayarkan dikumpulkan di masjid sebagai dana ukhuwah Islamiyyah untuk menyelesaikan problem-problem jamaah serta membiayai kegiatan gerakan dakwah di tingkat masjid.  Dengan demikian basis kekuatan umat akan terbentuk secara nyata.

Oleh karena itu harus ada kesadaran bersama di dalam membangun masjid dan membangun kehidupan berjamaah di masjid atau dalam memakmurkan masjid, bahwa semua itu didasarkan semata-mata karena ketaqwaan kepada Allah SWT, melaksanakan perintah dan syariat Allah, meneladani baginda Rasulullah saw;  bukan untuk kepentingan yang lain, apalagi untuk kepentingan-kepentingan yang justru membonsai umat Islam dan agama Islam itu sendiri. Na’udzubillahi mindzalik!

Akhirnya marilah kita renungkan firman Allah SWT : “…Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa, sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. dan Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih” (QS. At Taubah 107-108).

 

Baarakallahu lii walakum…


Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>